Tahun baru, Masalah baru?

GAMBAR

Menyongsong tahun yang baru, setiap individu memiliki respon yang bervariasi. Ada yang bersemangat, sedih, takut, cemas, dan bahkan merasa bahwa semakin hari hidupnya menjadi semakin tidak bermakna. Hal ini tidak jarang dirasakan oleh mereka yang mengalami beban pergumulan yang berat, terutama jika masalahnya tidak kunjung selesai dari tahun ke tahun.

Pada dasarnya, setiap manusia, sepanjang ia masih bernapas tidak pernah lepas dari apa yang dinamakan dengan “masalah” dalam hidupnya. Ketika seseorang masih “diberikan” masalah, itu menjadi tanda bahwa ia masih “hidup”. Yang menjadi krusial dalam hidup manusia bukanlah jenis masalah apa yang dihadapi, seberapa banyak dan berat masalah yang dihadapi, namun lebih kepada bagaimana mengatasi masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan. Suatu pepatah mengatakan, ”We’re not defined by our trials, but by how we face them.”

Cara kita menyikapi suatu masalah (dari masalah yang sangat sepele hingga masalah yang dikategorikan sangat berat) dalam hidup dapat menentukan tingkat kesehatan mental kita. Orang yang mudah melihat sisi positif dan menghadapi masalahnya dengan cara-cara efektif (fokus pada inti masalah bukan kepada emosi dan orang yang terlibat, terbuka, mau mendengarkan, berpikir ke depan, dsb) cenderung memiliki mental yang lebih sehat dibandingkan dengan orang yang sulit memandang hal positif, mudah menyalahkan diri sendiri atau orang lain, dan bahkan sulit mencari jalan keluar yang efektif karena senang berlarut-larut dalam emosi yang negatif. Seseorang yang sehat mentalnya memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik terhadap lingkungan maupun masalah yang terjadi dalam lingkungannya karena hampir bisa dipastikan tidak ada lingkungan yang sepenuhnya sama dan mampu memenuhi tuntutan masing-masing individu.

Oleh karenanya, dalam menghadapi tahun yang baru, hendaklah kita tidak lagi mengkhawatirkan masalah apa yang akan terjadi nantinya, tapi lebih perlu untuk mengkhawatirkan tentang diri kita sendiri; apakah kita sudah memiliki kesiapan diri serta cara penyelesaian yang efektif ketika diperhadapkan pada suatu masalah tertentu? Jika ya, kita pastinya akan menjadi orang yang memiliki mental lebih kuat dan sehat dari hari ke hari. Jika tidak, kita dapat menjadi individu dengan mental yang semakin lemah dan rapuh seiring berjalannya waktu. Kesehatan mental yang semakin buruk lama kelamaan dapat menggerogoti kesehatan fisik kita karena keduanya saling memberikan pengaruh satu sama lain, dan tentunya bukan itu yang kita harapkan di sepanjang sisa kehidupan kita saat ini.

“What we achieve inwardly, will change outer reality.”-Plutarch

 

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: